strategi bisnis Rasulullah

Strategi Bisnis Rasulullah SAW

strategi bisnis RasulullahMuhammad bukan hanya sebagai Rasul Allah yang terakhir di utus kepada seluruh umat manusia ,tetapi beliau juga sebagai pebisnis andal dan jitu dalam dunia marketing lima belas silam ,yang memperkenalkan  dan mempraktikkan  konsep konsep ilmu marketing sesuai prinsip prinsip dan dasar dasar yang berasal dari Al Qur’an,kitab suci terakhir sebagai pedoman dan tuntunan bagi umat  manusia.Konsep konsep marketing  yang telah dipraktikkannya tersebut masih relevan sampai sekarang,yang seharusnya dijadikan rujukan oleh umat islam sebagai pengikutnya.Marketing sebagai sebuah  konsep yang di munculkan untuk menghasilkan suatu proses penjualan  yang bisa menguntungkan   perusahaan ataupun individu dengan cara halal.Dalam  konteks ini Rasulullah SAW  pernah bersabda,bahwa tempat yang paling baik adalah mesjid dan tempat yang paling jelek  adalah pasar.Beliau katakan begitu tentu saja dengan landasan  suatu  argumentasi yang sangat kuat,sebagaimana terbukti sekarang lima belas abad kemudian .Di mesjd memang tempat yang paling baik,sebab disana tempat beribadah umat islam  yang kwalitas ketaqwaan  sudah relatif  tinggi .Sementara pasar suatu tempat dimana manusia dalam proses transaksinya seringkali diwarnai kecurangan,serta berbagai kejahatan lainnya.Seringkali di pasar terjadi persainganyang tidak sehat,kecurangan  proses transaksi antara para pembeli dan penjual yang tidak jujur,sehngga bisa merugilkan pihak lainnya.Tidak  bisa dipungkiri ,bahwa di pasar pasar sekarang sering terjadi penipuan  secara sistematis karena kurang ketatnya pengawasan oleh Badan pengawas obat obatan dan makanan(BPOM)hingga dalam makanan seringkali terdapat zat zat kimia  yang berbahaya bagi kesehatan manusia ,seperti  formalin,zat zat pewarna  dan sejenisnya.Selain itu juga terdapat kecurangan dalam takaran tibangan berbagai macam modus operandinya,yang sangat  dilarang oleh ajaran ajaran islam.

Karenanya  islam telah mengajarkan melalui Nabi Muhammad SAW  tentang konsep konsep marketing yang islami secara l  lengkap,yang tidak mungkin bisa diungkapkan secara keseluruhan karena penulis bukanlah ahlinya .Namun tidak ada salahnya penuls coba telusuri sesuai kemampuan yang ada mudah  udahan saja pembaca bisa memakluminya.Dalam pemasaran(marketing) konsep paling utama  adalah kejujuran,supaya para pelanggan  tetap setia  memamfaatkan  jasa atau sesuatu produk  yang dikeluarkan oleh perusahaan atau individu  yang pada gilirannya akan mendatangkan keuntungan .Kesetiaan itu tercipta jika ada kepercayaan ,yang lahir dari hubungan yang baik karena didasarkan oleh sikap yang saling percaya.Dan sikap sikap saling percaya tersebut akan terbentuk dan tumbuh apabila kedua pihak dalam  hal ini adalah pihak perusahaan atau para penjual  dengan pelanggan atau pihak pembeli sama sama jujur.Jika sebaliknya,atau tidak jujur mustahil  dan tidak mungkin mengharapkan kesetiaan konsumen .Karenanya,kejujuran sangat menentukan maju tidaknya sesuatu perusahan .Berpijak dari itu,maka  kejujuran tersebut tidak hanya ditujukan kepada konsumennya saja,tetapi juga kejujuran ditujukan pula kepada distributor,penanam modal(investor)dan juga masyarakat  secara keseluruhannya.Dan soal kejujuran tersebut sampai kini hanya Nabi Muhammad SAW  saja  yang paling jujur dan bisa dipercaya sehingga beliau dijuluki Al Amin  .Marketing  yang dilakoni oleh Nabi Muhammad SAW pada  abad ketujuh Masehi tersebut dilandasi oleh sikap kejujuran,ikhlas,profesionalisme,silaturrahmi,dan murah hati.

Kelima sikap tersebut berjalan seiring dan bersamaan pada diri Nabi Muhammad SAW  yang diaplikasikannya secara utuh dan paripurna  sehingga melahirkan suatu kepercayaan yang sangat optimal.Seperangkat hubungan silaturrahmi yang dilandasi suatu sikap murah hati pada diri yang profesional  jujur,ikhlas  akan  menghasilkan   rasa percaya dan kepercayaan,yang dengan  sendirinya   akan  melahirkan suatu loyalitas  tinggi pula.Dalam konteks tersebut Nabi Muhammad SAW  bersabda:barang siapa yang ingin rezkinya di lapangkan oleh Allah dan dipanjangkan usianya,maka hendaklah ia menyambung silaturarahmi(HR.Muslim ,dari Anas bin Malik).Dalam marketing hubungan silaturrahmi  sangat penting ,yang  tidak hanya  mencakup pada  keadaan saat bertransaksi saja  atau hanya  dalam ruang lingkup bisnis  dan usaha,tetapi juga  sampai pada hubungan pertemanan  dan persaudaraan ,serta pada kehidupan  bertetangga.Memang hubungan yang harmonis dengan sesama manusia tidak hanya memberikan keuntungan yang sifatnya finansial dalam  bisnis semata ,tetapi juga bisa melahirkan    ketenteraman batiniah .Karenanya  niat baik merupakan aset utama bagi para pengusaha,yang  tentunya akan terwujud sekiranya hubungan yang harmonis terjalin erat antara para pedagang dengan konsumennya.

Dalam  bisnis dan pemasarannya,Nabi Muhammad SAW selalu menjelaskan dengan baik kepada para pembelinya segala kelebihan dan kekurangan produk yang  beliau jual,sebagaimana terungkap dalam sabdanya  sebagai berikut:Dua orang yang berjual beli ,masing  masingnya mempunyai hak pilih(meneruskan jual beli atau tidak) selama keduanya masih  belum berpisah.Jika kduanya berlaku jujur dan berterus terang menjelaskan(kondisi barang yang diperjual belikan itu),maka keduanya mendapat berkah dengan jual beli mereka,tetapi jika mereka  berdusta dan menyembunyikan cacat ,lenyaplah berkah jual beli mereka(HR.Muslim,dari Hakim bin Hizam).Jadi kejujuran merupakan hal yang utama dalam perniagaan yang dilakukakan  oleh Nabi Muhammad SAW .Karena dengan berlaku jujur kepada konsumen mengenai kekurangan dan kelebihan suatu  produk akan membuat konsumen atau pembeli percaya kepada kita.Mereka tidak akan merasa tertipu dan tidak merasa dibohongi oleh segala ucapan kita.

Akan tetapi yang seringkali dijumpai di pasar  pasar   justeru sebaliknya,para penjual kerapkali  melakukan  berbagai kecurangan,serta penipuan ,dan  bahkan  banyak diantaranya  yang kadangkala bersumpah palsu untuk meyakinkan para pembeli dalam proses melariskan  produknya.Hal seperti sesugguhnya  sangat dilarang oleh Islam,sebagaimana sabda Rasululah  SAW ,bahwa sumpah yang  di ucapkan untuk melariskan barang perniagaan  dapat merusakkan keuntungan .Sebagai bukti bahwa Nabi Muhammad SAW  dalam bisnisnya  sudah melihat jauh kedepan,karena sebuah sumpah yang berlebihan akan mengancam eksistensi usaha pedagang itu sendiri.Lebih    jauh lagi beliau menegaskan dalam sebuah hadisnya  supaya tidak melakukan sumpah palsu .Nabi Muhammad SAW bersabda:Yang dinamakan  berjualan dengan  sumpah palsu adalah usaha untuk melariskan barang dagangannya ,lagi berusaha dengan cara tercela(HR>Bukhari dan Muslim).Oleh sebab itu dalam bisnis tersebuttidak boleh melakukan  penipuan atau kecurangan,tetapi harus menjelaskan apa adanya mengenai produk  produk  yang akan dijual  kepada konsumen,tidak   boleh menutupi kekurangannya namun melebihkan mutunya  secara tidak fair.Dalam bisnis juga diingatkan oleh Nabi Muhammad SAW  supaya tidak  menjual sesuatu produk dengan menyaingi saudaranya   secara tidak fair play ,seperti persaingan tidak sehat dengan perang  harga atau tarif untuk menjatuhkan penjual penjual lainnya.Dan janganlah kamu menjual menyaingi   penjualan saudaramu,demikian sabdaRasulullah SAW yang di riwayatkan oleh Bukhari dari Abdullah bin Umar bin Khattab.Maka sesuai  tuntutannya,maka  sebagai umat  manusia yang  berakal sudah  tentu  selalu mengikuti   petunjuk Rasulullah SAW,sehingga bisnis yang  kita usahakan sesuai dengan tuntunanNya  dalam sebua ayat  Al Qur’an:telah Aku halalkan jual beli ,dan Aku haramkan riba.Semoga kita selalu terhindar dari godaan setan.Amin

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s